Walikota Salatiga Akan Memutus Kontrak Investor Jika Tahun 2017 Groundbreaking Pasar Sapi Tidak Dilakukan

pasar-sapi

pasar-sapi-salatigaWali Kota Salatiga Yuliyanto mengancam bakal memutus kontrak investor pembangunan Pasar Rejosari atau Pasar Sapi. Mereka diberi waktu hingga akhir tahun 2017 untuk melengkapi persyaratan dan melakukan groundbreaking pembangunan. “Tahun ini harus sudah groundbreaking pembangunan sehingga tahun depan, pembangunan sudah bisa dilaksanakan. Kalau tidak mampu, kami putus kontrak,” ancam Yuliyanto, Selasa (5/9/2017).

Sejak terbakar 2008, pembangunan pasar yang ada di Jalan Hasanudin, Kota Salatiga, itu tak kunjung jelas. Sesuai kesepakatan antara Pemkot Salatiga dan PT Patra Berkah Itqoni (PBI) pada 2012, pembangunan Pasar Rejosari akan dibangun lewat sistem investasi. Perusahaan asal Malang, Jawa Timur, itu siap membangun pasar modern di bekas Pasar Rejosari dengan nilai investasi Rp 58 miliar.

Namun, meski telah ada kesepakatan, PT PBI tak memberi kepastian kapan pembangunan dilakukan. Yuliyanto mengatakan, pihaknya melalui Dinas Perdagangan Kota Salatiga sudah mendesak investor agar segera membangun. “Kami juga telah menyusun jadwal proses pembangunan. Tapi, memang ada persyaratan yang harus dipenuhi investor,” imbuhnya.

Persyaratan yang dimaksud, di antaranya terkait munculnya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah. Dalam aturan itu ditegaskan, investor harus menunjukkan bank garansi sebagai jaminan kepemilikan modal, senilai investasi yang bakal digelontorkan. Lalu, menunjukkan data hasil analisis dampak lingkungan (amdal). “Pihak investor juga harus menyetorkan terlebih dahulu dana awal yang nilainya sekitar Rp 300 juta, ke kas daerah atau dimasukkan ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Salatiga. Itu semua harus dipenuhi. Jika tidak, proses pembangunannya belum bisa dilaksanakan,” terangnya.

Informasi yang Yuliyanto dapat, PT PBI sanggup memenuhi syarat-syarat yang ada. Bahkan, dikatakannya, mereka tengah dalam proses melengkapi berkas yang diminta. Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga Muthoin, mengaku terus mendorong PT PBI segera memenuhi persyaratan untuk mendapat kepastian pembangunan Pasar Rejosari. “Semoga cepat selesai (mengurus dan memenuhi persyaratan) sehingga apa yang diharapkan wali kota segera terealisasi. Konsep pasar yang dibangun nantinya adalah pasar tradisional semi modern,” kata Muthoin.