Ngidam Sabun Mandi, Bisakah menyebabkan kematian??? 5 fakta Ngidam Sabun Mandi.

ngidam sabun mandi

Ada-ada saja perilaku yang tak biasa seorang wanita mengkonsumsi sabun bahkan menjilati sabun dengan sungguh nikmat. Masih ingat sosok wanita berhijab dari Purbolinggo yang makan sabun dalam sebuah video viral beberapa waktu lalu?? Wanita tersebut mengaku mulai makan sabun sejak hamil anak pertama, 2 tahun silam. Menurut pengakuannya, wanita yang bernama Mobarokatul Hosi’ah ini tidak sungguh-sungguh makan sabun seperti kita makan nasi atau makanan pada umumnya. Ia Cuma menjilat dan mengulumnya.

Wajarkah ngidam sabun saat hamil?? Berikut adalah beberapa fakta soal ngidam unik tersebut.

  1. Tidak langka-langka sekali

Mesti terdengar janggal, ngidam makan sabun rupanya bukan sesuatu yang baru lagi. Kasus seperti ini cukup sering ditemukan, tidak hanya Cuma makan sabun atau bahkan menjilati sabun tapi juga benda-benda lain yang bukan makanan seperti tanah, besi atau bahkan semen. Diperkirakan 1 dari 12 ibu hamil mengalami ngidam sesuatu yang tidak lazim di makan, kondisi tersebut disebut sebagai sindrom pica

Menanggapi video tersebut , dokter ahli pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dr Ari Fahrial Syaam, SpPD-KGEH, FINASIM mengatakan sabun bukan materi yang lazim dimakan. Kandungan zat dalam sabun bisa berisiko bagi kesehatan konsumennya. “Ada kemungkinan kondisi yang disebut pica dalam video tersebut, pica adalah kebiasaan mengkonsumsi sesuatu yang tidak mengandung gizi. Pica ada kaitannya dengan kondisi psikis hingga akhirnya makan hal yang tidak lazim” kata dr Ari.

Menurut dr Ari pica menyebabkan seseorang menemukan kenikmatan dengan mengkonsumsi sesuatu yang tidak bernutrisi. Penanganan pica diawali dengan mengetahui kondisi kejiwaan pasien terlebih dahulu melalui konsultasi dengan psikiater.

Untuk konsumsi sabun, dr Ari menyebut tingkat keasaman produk dapat mengganggu keseimbangan dan sirkulasi darah. Dan kandungan zat kimia dalam sabun yang tidak untuk dimakan juga bisa mengganggu fungsi organ pencernaan.

Dikutip dari Web MD, pica adalah bahasa latin untuk burung magpie yang memakan segalanya. Kebiasaan makan yang tidak lazim ini digunakan juga pada manusia dengan kondisi yang serupa, selain pada manusia dan burung pica juga ditemui pada anjing dan kucing.

  1. Tapi tetap tidak lazim

Walaupun pica bisa terjadi pada ibu hamil, kondisi ini justru lebih sering ditemukan pada anak-anak, diperkirakan 25-30 persen anak mengalaminya.

  1. Penyebab pasti tidak diketahui

Ada banyak faktor yang mempengaruhi ngidam, mulai dari budaya hingga pengaruh lingkungan. Tetapi pada kasus ngidam sesuatu yang bukan makanan alias pica, tidak ada yang tahu pasti penyebabnya.

  1. Bisa keracunan

Pada dasarnya sabun bersifat alkali atau basa, tentu akan sangat berpengaruh besar pada sistem pencernaan seperti lambung memiliki cairan yang bersifat asam yang pastinya akan terganggu oleh sabun yang basa. Selain itu berisiko keracunan juga bisa terjadi jika ada kandungan toksik yang ada di dalam sabun.

  1. Tapi kenapa sabun???

Dari berbagai macam benda yang menjadi objek pica, sabun terbilang ekstrem, selain berisiko juga karena tidak ada yang membayangkan seperti apa rasanya. Bahkan Hosi’ah yang sudah 2 tahun menjilat dan mengulum sabun juga mengakui jika sabun itu rasanya pahit.

Sabun pastinya mengandung zat kimia yang berbahaya bagi kehatan, apakah dengan mengkonsumsi sabun dapat menyebabkan kematian??

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolic dan diabetes dari Eka Hospital, dr. Indra Wijaya, SpPD-KEMD, M.Kes, FINASIM menegaskan bahwa jarang terjadi kasus seseorang meninggal karena mengkonsumsi sabun. “Kita lihat apakah komponen kimia yang masuk korosif atau tidak, kemudian bagaimana kondisi lambung orang tersebut apa bisa beradaptasi atau tidak,”ujar dr Indra.

Dr Indra mengatakan bahwa sabun itu bersifat basa dan tidak korosif atau tidak memiliki kemampuan merusak saluran pencernaan dengan cepat namun jika terlalu banyak dapat menyebabkan terganggunya fungsi lambung yang sangat asam. Dr Indra menegaskan “Yang bahaya bagi pencernaan itu asam, sub iritan yang kimia sifatnya basa jarang sekali menyebabkan kematian. Beda dengan zat kimia yang pH-nya asam, sering menyebabkan kematian”. Sesuatu zat kimia yang sifatnya asam seperti aki yang sifatnya korosif sangat mudah merusak saluran pencernaan, tidak hanya menyebabkan iritasi tetapi juga bisa menyebabkan perdarahan usus bolong. Korosif ini gampang sekali merusak bahkan melukai.

Itulah fakta tentang bahayanya sabun bahkan makanan lainnya yang tidak lazim untuk kita konsumsi karena pada dasarnya dapat membahayakan kesehatan dan organ tubuh kita, So kita harus lebih memperluas wawasan tentang apa saja yang dapat merugikan dan menguntungkan untuk tubuh kita. (JS)

Sumber : health.detik.com