MENGINTIP KAMAR PERISTIRAHATAN SOEHARTO DI KOTA SALATIGA

blogombal-soeharto-keluarga

blogombal-soeharto-keluarga

Salatiga tak hanya menyisakan kenangan bagi Soekarno. Di kota ini juga terdapat salah satu rumah bersejarah bagi presiden kedua Indonesia, HM Soeharto. Karier militer Soeharto memang berawal dari sini saat ia menjabat sebagai komandan Resimen di Salatiga. Di bangunan yang sampai saat ini dikenal dengan Rumah Dinas Korem Makutaraman 073 itu, putra pertama Soeharto, Sigit Harjojudanto, dilahirkan. Soeharto juga menjadi korem pertama di tempat ini. Sejarahnya, Korem 073 Makutaraman Salatiga terbentuk berdasarkan Surat Keputusan Panglima Kodam VII/Diponegoro, Brigjen M Sarbini tertanggal 29 Agustus 1961.

Bangunan cagar budaya ini berada di Jalan Diponegoro 97. Hingga saat ini, dikenal warga Kota Salatiga sebagai rumah dinas Komandan Korem 073/Makutarama. Bangunan ini tampak luar begitu megah dengan mengedepankan arsitektur khas kekaisaran Eropa. Bangunan yang terdiri atas dua bangunan utama itu merupakan salah satu bangunan peninggalan juragan perkebunan asal Cina yang merajai ekspor impor di Jawa Tengah.

dishub-salatiga

Di ruang utama bangunan bergaya art deco sentuhan doric tersebut dibuat melowong dengan menempatkan beberapa sofa dari kayu jati yang difungsikan untuk ruang keluarga dan menerima tamu. Lantai rumah bermarmer Eropa dengan hiasan porselen di sana-sini. Segaris lurus dengan pintu masuk, ada pintu keluar yang dibuat dengan pintu berjendela besar. Pintu belakang itulah yang menghubungkan dengan beranda belakang. Teras belakang merupakan tempat beristirahat sembari menikmati pemandangan Gunung Merbabu. Dari sepintas pemetaan rumah ini, bisa disimpulkan bahwa siapa pun yang pernah membangun rumah tersebut, ia adalah manusia pemuja keindahan.

Memasuki salah satu ruangan di lantai dua, di sebelah kanan tangga terdapat kamar peristirahatan Soeharto. Menempati kamar berukuran 7×6 meter, kamar Soeharto berdinding kayu jati berwarna cokelat tua. Kamar Soeharto secara pemetaan ruang merupakan lokasi terindah dari keseluruhan ruangan. Selain berada di lantai kedua, kamar ini memiliki jendela yang jika seketika dibuka, terpampang jelas panorama banyak gunung di Jawa Tengah, termasuk Merbabu dan Ungaran. Selain kamar ini, ada satu lagi kamar yang tak kalah memiliki peran sejarah rekam keberadaan sang jenderal. Satu ruangan khusus, tempat menyimpan ranjang dan kasur yang pernah ditiduri Soeharto. Di ruangan itu pula, terdapat sebuah rak menggantung di dinding. Konon, tempat itu dijadikan penyimpanan barang-barang keramat milik sang komandan pertama Salatiga.