Jokowi diantara Demokrasi dan Demokrat

dari borniqdotcom

Oleh : Saam Fredy Marpaung, 
Advokat Salatiga
08157649795

Suguhan menarik di pentas pembukaan Rapimnas Partai Demokrat ditunjukan Jokowi. Sebagai petugas pDip, Jokowi menebar komunikasi politik sediki genit ke Demokrat. Kira-kita apa maksud dibalik kegenitan itu?

Jokowi yg baru sj dicapreskan kembali oleh pDip, memainkan lobi politik dari atas mimbar Rapimas PD. Ingin dilihat dan disaksikan banyak pasang mata, memang itu yg diharapkan. Sebagai petugas partai dan telah dicapreskan, maka memilki tanggungjawab melakukan komunikasi politik ke berbagai pihak, terkhusus partai politik.

Melobi PD sangatlah penting, setidaknya karena 2 alasan. Pertama, wacana jalan tengah PD-PKB-PAN yg kelihatannya mulai serius. Poros diluar Kubu Jokowi dan Prabowo, bisa sj menjadi ganjalan menuju Istana utk kedua kali.

Kedua, SBY yg mulai redup, berusaha menjual AHY sesegera mungkin, krn memang musim politik sedang ramai, jika tidak saat ini, AHY akan kehilangan momen. Strategi SBY sdh terbaca sejak AHY ikut kontes Pilgub JKT, dan “mengambil alih” komando dari Ibas.

Jokowi melihat peluang menundukan Demokrat dgn mengandeng AHY, tp bukan sebagai Cawapres. Terlalu dini, masih ingusan kata orang tua jaman old. Cukup diganjar menteri saja dulu, dia sudah happy, dan demokrat pun bisa masuk dlm gerbong pemerintah nantinya.

Soal pos menteri apa, kelihatannya menggantikan posisi menteri PKB. AHY cocok jd menteri pemuda dan olah raga, tp moga2 tdk seperti senior2nya terdahulu (Andi Malarangeng dan Roy Suryo).

PKB? Belakangan ini Cak Imin mulai nakal. Suka “kelayapan”, dan semaunya sendiri. Pak De Jokowi rada ngelu (pusing) kepalanya, soalnya CI mintanya macem2